Selasa, 15 September 2015

Malam Keakraban Paguyuban Mahasiswa Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan Yogyakarta 2015

Malam Keakraban PM GKSBS Yogyakarta akan segera dihelat. 27 September 2015 adalah tanggal yang tepat. Kiranya dapat menjadi berkat bagi kita semua. Bagi teman-teman yang berkehendak untuk hadir, silahkan langsung mendaftarkan nama kepada Sdr. Intan 085789684171.

 tersedia juga kaos menarik seharga 55 ribu (belum termasuk ongkos kirim). silahkan bagi teman-teman yang berminat untuk memesan.

Senin, 14 September 2015

Sekolah Teater Perlawanan Social Movement Institute

Waktunya anda menjadi AKTOR perubahan. Teater Suluh -  SMI menyelenggarakan sekolah teater pergerakan: 26-27 September 2015.

Sekolah yang akan melatih kepedulian, kepekaan dan solidaritas sosial. Sekolah yang mengantarkan anda dalam gerakan teater perlawanan.

Hanya Rp 50 ribu anda dapat fasilitas: buku, snack, makan dan film. Ingat peserta terbatas. 

Jika anda berminat daftar segera ke bung Beny: 081249927527 atau info lebih lanjut datang ke SMI. Waktunya teater jadi kekuatan perlawanan!

Kamis, 10 September 2015

Bosan Dengan Kemacetan? Ini Alternatifnya!

Kemacetan memang membosankan. Siapapun orangnya akan merasa penat bila sudah berada dalam kemacetan. Bahkan sekarang dimana-mana ada kemacetan. Kota yang dulunya sepi sekarang jadi ramai kendaraan dan bangunan. Jalanan tidak lagi banyak dibangun sementara kendaraan bertambah sekaligus penduduk juga bertambah. 

Sebenarnya bicara tentang kemacetan bukan hanya pembicaraan dari aparat keamanan ketertiban saja. Bicara kemacetan harus melibatkan semua pihak yang memang membutuhkan kelancaran transportasi. Kalau hanya satu pihak saja yang harus bertanggungjawab mencari solusi, jangan-jangan nanti kita akan saling menyalahkan. Solusi semakin jauh dari pandangan mata. Macet kemudian tidak hanya membosankan tapi juga membuat emosi.

Terimakasih kepada ibu bapak polisi sudah mengundang berdiskusi. Syukur-syukur bisa menjadi salah satu pilihan untuk meminimalisir kemacetan. Jadi begini, selama ini pertambahan volume kendaraan dianggap biang keladi. Padahal, orang memakai kendaraan pribadi juga karena butuh, lebih aman, hemat, dan cepat. Konsumsi BBM bagi negara yang membludak tidak jadi soal bagi orang-orang ini. Yang penting bagi mereka, isi kantong masih bisa untuk menebus premium di SPBU. Mereka jangan disalahkan.

Apakah kemacetan adalah kesalahan polisi? Tidak! Kemacetan adalah soal bersama, soal masyarakat. Solusi kemacetan adalah kerjasama. Masyarakat memakai angkutan umum dan Polisi menjamin keamanan berkendara pada kendaraan umum. Solusi sesederhana itu?

Tentunya kita butuh komitmen. Siapakah yang berkomitmen? Ibu bapak polisi? Pemda? Masyarakat? Jangan sendiri-sendiri. Semua pihak membangun komitmen kelancaran transportasi adalah kepentingan bersama.

Sekarang kerjasama semua pihak dibutuhkan. Kita lihat 1) Pemda mulai getol membangun transportasi umum. 2) Masyarakat harus yakin transportasi umum membantu kelancaran berkendara. Transportasi umum adalah milik bersama. Pemda terus tingkatkan kualitas transportasi publik. Di sinilah masyarakat harus percaya pada Polisi. 3) Ibu bapak polisi menjamin kriminalitas di angkutan umum tidak akan ada lagi. Tertibkan pelanggar aturan. Transportasi murah, nyaman, dan aman menjadi nyata. Bila tiga faktor itu dipenuhi maka kemacetan akan terurai dan tidak lagi membosankan.

Rabu, 08 April 2015

slogan jogja Asat

Saya mendapatkan poster ini dari DP BBM teman. Menarik! Salut untuk Kreatornya! Gambar ini ingin menunjukkan bahwa Seseorang akan meronta kepada Tuhan atau kepada langit karena tidak menurunkan Hujan sehingga langit memerah. Namun, Apa kaitan gambar ini dengan gedung-gedung yang dipakai sebagai background gambar? Gedung besar dan cadangan air tanah seringkali dikaitkan. Maka tidak jarang ada saja teman-teman yang menolak keberadaan gedung besar karena keberadaan gedung itu mempengaruhi ketersediaan air tanah di sekitar tempat tinggal suatu warga.

Wartawan Udin

Tidak banyak orang mengerti kasus Udin. Namun, banyak wartawan telah memiliki keyakinan dan teori tersendiri dalam memahami Kasus Udin.

Terlepas dari polemik itu, Perjuangan Wartawan Udin menurut beberapa teman wartawan, memang patut diacungi jempol. Ia rela mengorbankan apapun untuk menjalankan pekerjaan. 

Pekerjaan itu tetap dilakukan karena memang tidak menentang kebenaran. Justru sebaliknya, Wartawan Udin melakukan tugasnya untuk mendukung terkuaknya sebuah keadilan.

Selasa, 31 Maret 2015

Manajemen Konflik, Transformasi Konflik, atau Resolusi Konflik?

Konflik berpotensi timbul dalam diri seseorang. Kadang juga konflik itu terbagi kepada orang lain. Yang menarik adalah bahwa setiap orang berpotensi pula untuk menciptakan konflik untuk kebaikan baru atau memulihkan seseorang dari trauma konflik.

Berikut adalah strategi yang dipakai oleh seorang yang suka menjadi mediator atau ingin berdamai dan memperbaiki relasi yang koyak. Bagaimanakah strateginya?

Strategi yang dipakai biasanya adalah IDT.

I = Identifikasi masalah yakni dengan mengenali atau memahami konflik yang dihadapi.

D = Daftar masalah yakni dengan memunculkan alternatif yang dapat didiskusikan oleh dua belah pihak.

T = Tentukan solusi yang tadi sudah didaftar, dianalisa. Solusi itu biasanya adalah think win-win antara dua belah pihak dan bagaimana baiknya ke depan.

Demikian langkahnya.
Selamat mencoba!

Senin, 09 Maret 2015

Siapa Sajakah Yang Menyusun Konsep Tata Gereja GKSBS? Kita Tilik Nama-nama Tokoh Yang Berperan di dalam Prosesnya.

AKTA SIDANG X KONTRAKTA SINODE GKSBS
Di GKSBS Jambi
Hotel Ratu Jambi, 8-10 Agustus 2012

Artikel 18
Panitia AD HOC
AMANDEMEN TATA GEREJA GKSBS

Menimbang:
  1. LPJ MPS GKSBS tentang draf amandemen TGTL
  2. perlunya optimalisasi penyusunan TGTL

Mengingat:
  1. Pasal 14 Tata Gereja dan Tata laksana GKSBS Bab XII tentang perubahan, ayat 124 tentang prosedur
  2. Akta Sidang IX Sinode GKSBS Artikel 24 tentang Perubahan THTL GKSBS
 Memutuskan:
  1. Tugas panitia adalah menghasilkan draf Tata Gereja GKSBS yang final partisipatif.
  2. tahapan-tahapan kerja panitia ad Hoc Amandemen TGTL:
    1. konsolidasi panitia (membuat perencanaan kegiatan) bulan Agustus 2014
    2. inventarisasi/pengumpulan bahan/inventarisasi masalah jemaat tentang TGTL (Waktu 6 bulan/september 2012 – Maret 2013) dengan hasil terkumpulnya data, bahan, proses, masalah-masalah tentang TGTL)
    3. analisa dan penyusunan naskah akademik (6 bulan/April – Agustus 2013, hasilnya: naskah akademik TGTL)
    4. Penjemaatan TGTL dan evaluasi/tanggapan jemaat dalam bentuk seminar dan sosialisasi di jemaat (September 2013 – Agustus 2014) finalisasi draft TGTL: Oktober 2014-Desember 2014)
    5. Pengesahan TGTL GKSBS yang baru pada Sidang Sinode (Agustus 2015).

  1. Hubungan tata kerja panitia:
    1. konsultasi, partisipasi: setiap 3 bulan sekali bersama dengan MPS , untuk men ”sharing” kan hasil terakhir yang telah dicapai.
    2. Panitia menyampaikan kepada MPS bersamaan dengan rapat MPS, perkembangan  dan hasil kerja panitia untuk didistribusikan ke klasis-klasis.
    3. Setiap klasis bertanggungjawab dalam penjemaatan draf TGTL yang dihasilkan dan memberikan tanggapan.
    4. Anggota panitia Ad Hoc terdiri dari keterwakilan tiap klasis 1 orang dan orang-orang yang dipandang mampu atau potensial oleh sidang.
    5. Bila anggota panitia dari utusan klasis tidak dapat mengikuti aktif/berhalangan maka klasis mengusulkan penggantinya
    6. Biaya panitia bersumber dari anggaran Sinode GKSBS
    7. Anggota Panitia Ad Hoc:
1.      Pdt. Eko Nugroho (Klasis Belitang)
2.      Pdt. Parningotan Siagian (Klasis Seputih Rahman)
3.      Pdt. Suwarno (Klasis Buay Madang)
4.      Pdt. Prasetyanto Aji (Klasis Pugung Raharjo)
5.      Pdt. Agus Miswanto (Klasis Jambi)
6.      Pdt. Kurniawan Diwanto Wijaya (Klasis Bandarjaya)
7.      Pdt. Kris Hermawan Santoso (Klasis Kotabumi)
8.      Pdt. Suwaji (Klasis Palembang)
9.      Pdt. Heri Surawan (Klasis Metro)
10.  Pdt. Purwanto (Klasis Sri Bhawono)
11.  Pdt. Purnomo Sidi (Klasis Tulang Bawang)
12.  Pdt. Kristiawan Heru (Klasis Tanjung Karang)
13.  Pdt. Imanuel Damayanto (Klasis Bengkulu)
14.  Pnt. Christine Suryaningsih
15.  Pdt. Erik Timotius Purba
16.  Pdt. Totok T. Sarwono
17.  Pdt. Riyo Purnomo
18.  Pdt. Surahmat Hadi
19.  Pdt. Sri Yuliana
20.  Pnt. Pilipus HS