Selasa, 03 Februari 2015

Jelajah Gunung kidul Februari 2015

Keadaan pagi, 1 Februari 2015

Dua karang terlihat dalam remang

Mentari berangsur menunjukkan sinarnya

Dan Sinar Surya mulai merekah
Cahaya keemasan itu menyemarakkan semangat

Siap bagikan berkat di dunia

Dan Kepada Kapal yang mulai merapat

Tetaplah dua karang menjadi saksi sang karang
mulai menyambut semangat pagi

Dan Embun di pagi itu mulai membasahi daratan

Sang Surya mulai mengemas diri

Lihatlah sinar emas itu
abadikan dengan cara apapun

Nikmati keindahannya dengan sepenuh pandang

Tanda relasi terjalin indah dalam asa

Senyum mulai merekahkan pagi berembun
Lihatlah harapan di ujung sana

Kita menoleh sejenak dan bersyukur

Mbak putri meresapi pagi

Gambar ini tak bisa dibuang begitu saja

mudah untuk berkata

Makna sebuah kehadiran

Senyum dalam kehangatan

Abadikan semuanya dengan peralatan sederhana

Memulai pembicaraan pada pagi yang tenang

Lihatlah harapan pada mereka

sekarang hijau mulai menggelayut daratan

Dan Iman tidak dapat memungkiri kebesaran Ilahi


Dua karang simbol keteguhan insan

Dan sekarang terjadi bahwa Mentari mulai merekah


















































































































Jumat, 02 Januari 2015

Renungan-renungan Awal Tahun 2015

Ada saja orang-orang yang melakukan perenungan di akhir tahun untuk menutup tahun 2014. Perenungan itu pula menjadi teladan untuk melangkah di tahun 2015 ini. Berikut adalah perenungan dari beberapa orang yang telah menuliskannya dalam media sosial:


Indah Theresia Siahaan (Mahasiswa Akuntansi, Universitas Mercubuana Yogyakarta)  
dalam akun facebooknya menulis:
"Mungkin ada yang hanya di kos sendirian/rumah, ada yang melihat terangnya langit, ada yang di rumah sakit, di tempat kerjanya, ada yang ngumpul bareng keluarga/teman dan lain tempat, dan banyak makna yg terpikir dikepala masing2 orang.

Ada yang memaknai tahun baru ini sebagai awal yang baru buat kehidupan yang biasa-biasa saja di 2014, ada yang berharap 2014 ini jangan cepat berlalu karena tahun ini begitu spesial, ada juga yang berharap tahun ini jangan cepat selesai karena bertambahnya Tahun bertambah usia, ada juga berharap tahun ini berlalulah dengan cepat agar penderitaan 2014 selesai dan 2015 lebih baik. 

Sesungguhnya apalah arti Tahun baru? Kita sama-sama melihat matahari yang sama tiap harinya, langit yang sama, udara yang tergolong sama (ya jika tidak ada pencemaran). Cuma sedikit perbedaannya, kalender kita berganti 2014 ke 2015. Tanggal yang kita catat di kertas, yang berganti 2015. 

Jika kita berharap tahun depan lebih baik dari tahun 2014, berpikirlah ulang. Sesungguhnya, berharaplah setiap hari, ga mikir itu tanggal berapa? Hari apa? Bulan berapa? Tahun berapa? Lakukan setiap hari, dan coba lakukan yang diinginkan dengan sungguh-sungguh maka dapatlah arti BARU buat yang memaknainya. Amin
(Sumber: https://www.facebook.com/indah.t.siahaan 3 januari 2015)

Demikian catatan Indah, Mahasiswi Akuntansi di Yogyakarta. Marilah kita bergerak ke sisi timur pada sebuah Kota di Nusa Tenggara Timur, Waingapu. Ama Dhani, seorang penyair muda yang sedang menempuh studi di STIE Wira Wacana menuliskan sebuah catatan pula untuk kita:


 Duka Sama

Senja bersandar di pinggiran bebukitan batu barat, angin kembali ke sang biru.
Satu persatu butiran pasir yang terkumpulkan,telah tersapu angin sepoi.
Bahkan setumpuk cadas telah porak poranda oleh angin sepoi-sepoi itu.
Hari banyak dalam satu kumpulan, tak ada bedanya dengan yang sudah ada dan akan datang.
Manusia kasut tetap menjadi manusia kasut. Takan berubah menjadi rantai emas.
Bahkan kekudusan terbaluri oleh liur pencemooh.
Semoga kekuatiran bodoh ini hanyalah kekuatiran belaka.
Biarkan sang "AWAL dan AKHIR" yang menentukan warna dari semua jantung yang masih berdetak, yang telah berhenti dan akan berdetak.
(Sumber: https://www.facebook.com/notes/ama-dhany/duka-sama/581870031946018?pnref=story)

Ada yang merenung, ada yang bersyair, ada pula yang memberikan apresiasi kepada BASARNAS. Kita semua mengerti bahwa BASARNAS telah berjuang untuk kemanusian. Mereka menolong korban banjir Bandung, Longsor Banjarnegara, dan baru-baru ini adalah Tragedi jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501. Tentang Perjuangan BASARNAS seorang muda, Youswi dari Universitas Negeri Yogyakarta menulis:


Pak pres, BASARNAS udah total gak dikasih penghargaan?? Mrk taruhan nyawa lho... bahkan tahun baru yg lain pesta kembang api mrka msh terombang ambing menyelamatkan jenazah di laut..
 (Sumber:https://www.facebook.com/youswi.ajeng/posts/1052159348144430?fref=nf&pnref=story)

Beragam catatan dilontarkan oleh teman-teman muda dalam memulai tahun 2015 ini. Apapun yang terjadi pada tahun 2014 dapat menjadi landasan syukur bagi kita. Landasan syukur itu pula menjadi modal kuat untuk mengarungi misteri tahun 2015 ini.

Bila banyak orang telah memulai 2015 dengan sebuah catatan, bagaimana dengan anda? :)

Selamat Tahun Baru 2015

Selamat menikmati  Tahun Baru 2015
Semoga apa yang dicita-citakan dapat tercapai di tahun ini...
Kiranya hikmah tahun 2014 dapat dijadikan teladan untuk menapaki tahun 2015.
Amin...



Segenap Redaksi Yjurnal, 3 Januari 2015

Jumat, 19 Desember 2014

Nonton "Pendekar Tongkat Emas" Dan Kenangan Di Sumba

Bersama Para Pemuda Sumba: Ignas Anaboeni, Abner H. Liwar, Yulius Dundu Tae

Yogyakarta;Yjurnal, Pada 18 Desember yang lalu, aku bersama teman - temanku menyaksikan film "Pendekar Tongkat Emas" di Bioskop Jogja City Mall, Yogyakarta. Senang rasanya bisa nonton film ini. Tadinya aku tertarik karena filmnya adalah film Indonesia dan setting latarnya adalah Sumba. Sebagai anak pedalaman Sumatera tentulah seperti aneh bila aku tertarik dengan latar provinsi yang bukan dari provinsi kelahiranku. Aku tertarik pada Sumba karena pernah ke sana.

Ya, ada nama pak Seno Gumira Ajidharma yang menulis naskah maka aku semakin terpukau dan tertarik. Pak Seno adalah Begawan Sastra Indonesia. Tentulah ini film yang tidak main - main, pikirku. Filmnya bagus dan mungkin, penuh action, dan pesan - pesan kebijaksanaan yang tinggi. Teman - teman silahkan nonton untuk dapat melihat lengkapnya. Semoga tidak kehabisan tiket. hehe..

Sumba memang cantik. Aku menyukainya. Di daerah lain engkau hanya melihat Tuhan. Tapi di Sumba, engkau melihat Tuhan sekaligus Sorganya!
Tanah sabananya yang indah, pantainya yang bagus, dan orang - orangnya yang ramah. Itu semua kualami ketika aku di Sumba pada masa April hingga Mei 2014 yang lalu. Sebagai Utusan Stube-HEMAT Yogyakarta yang mengajar jurnalistik, aku diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat - tempat di Waingapu, Sumba Timur.

Rencananya aku ingin mendirikan perpustakaan di sana. keinginan itu sudah menjadi mimpiku. Mimpi itu belum terwujud hanya karena aku belum punya uang. Itu saja. Hari ini uang yang kumiliki hanya cukup untuk makan. Hehe. Aku percaya nanti akan menemukan jalannya.

Semoga Tuhan mengerti mimpiku. Semoga Film Indonesia semakin maju. Semoga Sumba semakin eksotis! Amin!

Senin, 15 Desember 2014

Wisata Pantai? Bikin Ketagihan!

Yjurnal: Ungkapan., Ya, benar! Wisata pantai bikin ketagihan. Apalagi kalau anda sampai menginap dan menikmati serangkaian pertunjukan alam mulai dari Sunset - taburan bintang - sunrise. Namun, bagaimana itu semua bisa kita nikmati sementara bentuk pantai - pantai umumnya landai?

Ya, di pantai kita hanya bisa memilih, kalau tidak sunrise ya sunset. di Gunung Kidul tidak demikian. Banyak pantai Gunung Kidul, Yogyakarta, yang menawarkan fasilitas camping.

Mau camping bersama teman atau keluarga semuanya sama - sama seru kok. Yang penting rame - rame. Untuk beberapa teman yang takut kulitnya terbakar jangan datang siang hari dong. Kita bisa datang pada pagi dan sore hari. 

Kawasan Gunung Kidul memang terkenal dengan pesona alamnya. Dijamin bikin ketagihan bila anda datang dan mencoba menenangkan diri barang sesaat di sana.. hehe... bisa juga untuk berduaan alias pacaran! haha...

Kapan Kita mengunjungi Gunung Kidul? Ajak teman atau siapapun yang berdomisili di Yogyakarta dan minta dianterin ke lokasi pantai di sepanjang pesisir selatan Gunung Kidul. Pasti deh.. ntar ketagihan.. hehe

Jumat, 12 Desember 2014

Indah Thresia: Ekonomi Hancur Karena Buruknya Tatakelola Hutang

Indah Thresia Siahaan Memberikan Paparan
 Tentang Keadaan Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia



Yogyakarta: Yjurnal; Keadaan perekonomian kita tidak berjalan stabil. Krisis global mempengaruhinya. Banyaknya hutang sementara produktifitas warga negara yang rendah menambah derita bangsa dalam krisis ekonomi ini. Apa Yang dapat dilakukan untuk menangkal dampak sistemik dari krisis ini?
Suasana Diskusi Ringan
 Tentang Pembangunan





Indah Thresia Siahaan, seorang aktifis berlatar studi akuntansi Universitas Mercubuana Yogyakarta, memaparkan tingginya Inflasi memicu krisis. Inflasi disebabkan banyaknya uang yang beredar. Hal ini diungkapkan oleh Indah dalam sela diskusi di Sekretariat Stube-HEMAT Yogyakarta, 12 Desember 2014 yang lalu. Indah yang bertindak sebagai Keynote speaker mereferensi krisis ini melalui pemahaman Mansour Fakih  dalam bukunya "Runtuhnya Teori Pembangunan Dan Globalisasi".

Hutang yang tidak dikelola dengan baik untuk investasi akan membahayakan perekonomian bangsa dan keluarga.

Masyarakat harus lebih proaktif untuk menangani ini diantaranya dengan aktif menghemat belanja, kurangi pembelian yang tidak perlu, dan kreatif mencipta produk, serta bekerja keras memanfaatkan waktu, tenaga, dan potensi yang ada. 

Ingatlah, kesejahteraan bukan hanya mendapatkan sejumlah pendapatan yang cukup tetapi juga mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.





Jumat, 05 Desember 2014

Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan? Saya Tidak Sepenuhnya Setuju

Yogyakarta:Yjurnal,. Melihat Kapal kita diledakkan Australia, di depan mata nelayan sendiri, sebenarnya membuat marah dan kemudian bersedih. 

Tidak berhenti hati saya mengutuk Australia dan Mendoakan kejatuhan Australia di depan altar gereja. Mereka seolah membuktikan satu - satunya tuduhan nelayan Indonesia mencuri Ikan Australia. 

Pihak Australia mungkin tidak mau mempertimbangkan terdamparnya Nelayan Indonesia karena badai hingga terseret ke Australia.

Menurut Teman - teman saya dari NTT, Sulawesi, dan Ambon, Kapal Nelayan Indonesia bisa sampai ke Australia bukan semata karena mereka mencuri ikan tetapi bisa juga karena terseret badai hingga memasuki wilayah Australia.

Dengan alasan itupun Australia bergeming, mereka tetap menenggelamkan kapal Indonesia. Sebuah tindakan yang tidak begitu terpuji dalam kalangan bangsa beradab.

Muka memelas para pencuri ikan Indonesia asal Vietnam seharusnya membuat kita iba. Kapal mereka ditenggelamkan di Provinsi Kepulauan Riau. Mereka mungkin tidak menyesal mencuri ikan. Mereka tidak jera dan mungkin saja mengulangi lagi di kemudian hari.

Untuk kapal yang sudah ditenggelamkan memang tidak perlu disesali. Semua sudah terjadi. Namun, untuk kedepan saya mengajukkan beberapa wacana:
1. Kapal tidak perlu ditenggelamkan, nelayan asing dipulangkan.
2. onderdil kapal dipreteli kemudian diserahkan sebagai bantuan kepada nelayan nasional Indonesia mengingat kita masih butuh banyak kapal. hehe.
3. Memberitahukan kepada negara bersangkutan bahwa Kapalnya disita.

Demikian kiranya, Harap maklum. Salut Untuk Menteri Susi!!!!